Rabu, 24 Juni 2015

Sangka

Saat aku menghilang
Kutemukan Tuhan
Yang Maha Tak Terbilang
Berbaris rapih dalam sangkaan

Telentang dan Telanjang
Keberadaan dipicu keberpikiran
Dan Tuhan menjelma urat nadi
Sedenyut
Lalu sekian juta denyut
Temu mulai kehilangan Tuhan

Rabu, 03 Juni 2015

SCARS #NulisRandom2015 #3

Tulisan bagian ketiga dari 30 tulisan seorang AL dalam #NulisRandom2015

Scars


Most of the time, 

they made us who we are


Selasa, 02 Juni 2015

ALIENASI #NulisRandom2015 #2

Tulisan kedua dari 30 tulisan seorang AL di #NulisRandom2015

Hari ini seorang AL sibuk berwisata ke berbagai tempat, di benaknya. Karena tubuhnya yang hanya tergeletak di atas kasur, maka pikirannya dikembarai berbagai bentuk memori dan imajinasi. Salah satu tempat favorit dalam pikiran seorang AL adalah sebuah tempat di mana keterasingan menjadi tuan rumah atas berbagai resah, gundah, dan gelisah tentang rumah.

Konsep keterasingan sudah lama tertanam dan tumbuh dalam benak seorang AL, bahkan beberapa tahun sebelum dia mengenal konsep keterasingan di atas panggung dari Bertolt Brecht, seorang teatrawan, penyair, dan penulis revolusioner dari Jerman.

Salah satu konsep keterasingan yang sudah memiliki bentuk dalam hidup seorang AL adalah pada sebuah kata yang dijadikannya nama dalam kelompok kepanduan semasa Sekolah Menengah Pertama: Ghuroba. Kata yang berasal dari bahasa arab dan berarti 'orang asing' ini sedemikian ia gemari. Keterlepasan seorang AL dari lingkungan sekitar membuatnya menjadi terasing. Sehingga kemudian meletakkan dirinya sebagai orang luar (outsider) dalam berbagai kelompok masyarakat yang ditemuinya, mungkin bahkan terhadap keluarganya.

Waktu berjalan dan seorang AL akhirnya menemui konsep keterasingan yang ditawarkan oleh Brecht. Walau masih harus belajar banyak tentang implementasi konsep tersebut dalam sebuah pementasan teater. Namun ia tetap tak berhenti mengidentifikasi dirinya sebagai entitas asing pada berbagai ekosistem yang dihuninya. Keterasingan juga yang membawa seorang AL untuk merangkai sajak pendek berikut:


TER(ASI)NG

di sudut kamar mandi, kata bermandikan diri, percikkan aksara
di dekat pisau cukur, kata tergeletak, terbelah, terpecah-pecah, Kata ternoda bercak darah
di bidang-bidang lantai lorong kos, kata mengembang, cahaya ditantang, bayang ditimbang

di akhir bait ini kata akan 
berdiri sendiri
tak hendak
ada yang
temani



Senin, 01 Juni 2015

(The Long Awaited) White Walkers #NulisRandom2015 #1

Tulisan pertama dari 30 tulisan seorang AL di #NulisRandom2015

Kira-kira 4 tahun yang lalu seorang AL berkenalan dengan sebuah series yang ternyata menjadi kegemarannya. Games of Thrones (GoT), sebuah series orisinil dari HBO yang diangkat dari novel karya George R.R. Martin. Telah menarik minat seorang AL dengan segala intrik politik, kekuasaan, dan juga ritme cerita yang dirangkai sedemikian apik.

Dalam series ini mengalir berbagai konflik yang bertumpuk dan berlapis. Sehingga setiap episode dari keempat musim yang sudah tayang dan satu musim yang sedang tayang ini sangat ditunggu-tunggu. Walaupun begitu ada yang AL tunggu sedari series ini dimulai sekitar lima tahun yang lalu: White Walkers, sekelompok makhluk mistis yang membuat dua tokoh yang muncul episode pilot series ini berlari ketakutan dan dipancung karena pergi meninggalkan tugas dan dianggap berkhianat.

Makhluk ini bisa dikategorikan sangat mengerikan dalam series GoT hanya muncul beberapa kali dalam beberapa musim. Umumnya penampakan White Walkers ini hanya sekilas namun cukup menegangkan. Kengerian dari White Walkers dalam empat musim sebelumnya pun AL rasa masih sebatas Zombie atau Undead biasa. Tapi entah mengapa keluarga Stark, yang memiliki motto "Winter is Coming" seakan memiliki kewaspadaan sangat tinggi kepada musim dingin panjang yang datang seiring dengan pasukan White Walkers yang mengerikan ini.

Namun segala penantian yang telah terpendam dalam kubangan rasa penasaran akhirnya terjawab sudah. Pada episode kedelapan di musim kelima ini ada porsi lebih dari sekadar penampakan. Di episode ini ada pengungkapan, ada pertarungan, dan ada kengerian yang semakin menjadi-menjadi. Sehingga akhir dari episode yang tayang pada awal Juni ini seakan mengamini motto dari keluarga Stark.

WINTER IS COMING.