Saat mereka bilang rindu
Aku berteriak memanggil tandu
kugotong sendiri hati yang sendu
gagal memadu
Lalu mereka teriak rindu
Namamu berderap bagai serdadu
Berderap deras dalam dekap yang tak hendak memintal jarak hingga berarak segala, terserak semua. Berlutut pada, dan tertundukan di hadapan...
Rindu.
Jumat, 29 Agustus 2014
Sajak Datang Akhir
Kadang ada saatnya sesuatu datang
Kadang ada saatnya sesuatu berakhir
Kadang akhir saatnya datang
Kadang datang saat akhirnya
Kadang pada saatnya datang berakhir
dan pada akhir datangnya saat
Pada saatnya
Akhir datang
----------------------------------------------------------------------------------------------------
*ditulis karena terlambat hadir di peluncuran buku puisi Joko Pinurbo*
Kadang ada saatnya sesuatu berakhir
Kadang akhir saatnya datang
Kadang datang saat akhirnya
Kadang pada saatnya datang berakhir
dan pada akhir datangnya saat
Pada saatnya
Akhir datang
----------------------------------------------------------------------------------------------------
*ditulis karena terlambat hadir di peluncuran buku puisi Joko Pinurbo*
Sabtu, 21 Juni 2014
MANGAP
Bahwa sesungguhnya kehidupan dimulai ketika mata berhenti terpejam
Bukan untuk terbelalak tapi untuk menatap
Bukan sekadar bergerak, pun tak melulu menetap
Jika jantung adalah penghulu detak
Maka mulut adalah suluh ucap hingga gemeretak
Segala yang terbuka akan menutup
Seperti semua yang terlepas dan terkatup
Namun anomali adalah niscaya
Silakan saksikan sendiri maka kau akan percaya
Organ tubuh yang kerap terbuka
Menghisap berbagai entitas belaka
Memuntahkan rangkaian kata
Kadang yang termuntahkan adalah kosong
adalah melompong
adalah nisbi yang melolong
Dan Tuhan kita Yang Maha Bercanda
pernah menjelma mangapmu yang menganga
Maka wajib untukmu bersyukur karena
Mangapmu tak mengundang serangga
'tuk masuk, beranak-pinak dan berumah tangga
ALnonim
Depok, Juni 2014
*puisi untuk selvia dan dibacakan oleh @andy_adalah di Malam Puisi Depok 21 Juni 2014*
Bukan untuk terbelalak tapi untuk menatap
Bukan sekadar bergerak, pun tak melulu menetap
Jika jantung adalah penghulu detak
Maka mulut adalah suluh ucap hingga gemeretak
Segala yang terbuka akan menutup
Seperti semua yang terlepas dan terkatup
Namun anomali adalah niscaya
Silakan saksikan sendiri maka kau akan percaya
Organ tubuh yang kerap terbuka
Menghisap berbagai entitas belaka
Memuntahkan rangkaian kata
Kadang yang termuntahkan adalah kosong
adalah melompong
adalah nisbi yang melolong
Dan Tuhan kita Yang Maha Bercanda
pernah menjelma mangapmu yang menganga
Maka wajib untukmu bersyukur karena
Mangapmu tak mengundang serangga
'tuk masuk, beranak-pinak dan berumah tangga
ALnonim
Depok, Juni 2014
*puisi untuk selvia dan dibacakan oleh @andy_adalah di Malam Puisi Depok 21 Juni 2014*
Senin, 09 Juni 2014
Satu putaran untuk Bumi
Tak hendak rangkaian kalimat ini dibuka dengan ungkapan dekat dan personal
Pun sejauh jemari mengetik belum sampai pada tatap mata dan saling kenal
Namun tak jadi soal
Karena ucapan tak melulu tentang tahun yang kabarnya berulang
Kupastikan ucapanku tentang Ibunda semesta yang penuh kasih sayang
Agar dalam dekapNya engkau semakin bijaksana, bahagia, serta penuh karya yang gemilang
Dan di atas Bumi yang berputar mengelilingi pusat tata surya, Bumi yang kau terakan dalam mengisi kolom nama pun akan diputari berbagai macam peluang
Peluang untuk bahagia ketika derita, peluang untuk tetap tersenyum walau malang melintang.
Sekian saja ucapan saat satu putaran penuh planet ketiga penuhi hajatnya pada hari lahirmu
Maka lahirlah kembali setiap hari dalam hujan inspirasi yang menderas dari penamu.
Selamat Hari Lahir Bumi
Semoga engkau tetap membumi, walau kualitasmu sedemikian melangit.
Salam
-AL-
Pun sejauh jemari mengetik belum sampai pada tatap mata dan saling kenal
Namun tak jadi soal
Karena ucapan tak melulu tentang tahun yang kabarnya berulang
Kupastikan ucapanku tentang Ibunda semesta yang penuh kasih sayang
Agar dalam dekapNya engkau semakin bijaksana, bahagia, serta penuh karya yang gemilang
Dan di atas Bumi yang berputar mengelilingi pusat tata surya, Bumi yang kau terakan dalam mengisi kolom nama pun akan diputari berbagai macam peluang
Peluang untuk bahagia ketika derita, peluang untuk tetap tersenyum walau malang melintang.
Sekian saja ucapan saat satu putaran penuh planet ketiga penuhi hajatnya pada hari lahirmu
Maka lahirlah kembali setiap hari dalam hujan inspirasi yang menderas dari penamu.
Selamat Hari Lahir Bumi
Semoga engkau tetap membumi, walau kualitasmu sedemikian melangit.
Salam
-AL-
Minggu, 01 Juni 2014
Puisi Berantai Teater Kita
Detik yang berdetak seakan menggelitik
Berlalu sedikit demi sedikit
Sedih, tawa, dan senang yang kita rasakan
Kenangan-kenangan yang tak akan terlupakan
Sesuatu yang sangat membekas
Hari di mana semua akan terpisah
Mungkin ini tak akan terulang kembali
Angin berhembus membawa masa lalu
Hal-hal konyol yang kini menjadi memori
Masa di mana kita semua bersenda gurau
Kuratapi impianku dengan bintang-bintang
Untuk menghiasi langit malam dengan harapan
Karena air mengalir membawa masa depan
-------------------------------------------------------
*masih kurang dari Putri, Azzahra, Nafisah, Abriel, Tiwi, Adena, Ino, Bunga, dan Siti.*
Berlalu sedikit demi sedikit
Sedih, tawa, dan senang yang kita rasakan
Kenangan-kenangan yang tak akan terlupakan
Sesuatu yang sangat membekas
Hari di mana semua akan terpisah
Mungkin ini tak akan terulang kembali
Angin berhembus membawa masa lalu
Hal-hal konyol yang kini menjadi memori
Masa di mana kita semua bersenda gurau
Kuratapi impianku dengan bintang-bintang
Untuk menghiasi langit malam dengan harapan
Karena air mengalir membawa masa depan
-------------------------------------------------------
*masih kurang dari Putri, Azzahra, Nafisah, Abriel, Tiwi, Adena, Ino, Bunga, dan Siti.*
Rabu, 07 Mei 2014
Sebelum 8 Mei
Sebelum aku terlelap dan menjelang 8 Mei tahun ini
Izinkan kusisipkan doa dalam nafasku bahwa akan pagi-pagi selanjutnya yang akan kulalui
Izinkan kuselipkan rasa syukur bahwa akan genap 29 tahun aku menjadi penghuni bumi
Izinkan cinta menjadi penggerak dari setiap langkah kaki
Maka sebelum 8 Mei tahun ini
Izinkan aku mengecup diriku sendiri, memaafkan dan berdamai di dalam pikiran dan hati
Selamat tidur...nanti kita menulis lagi
Izinkan kusisipkan doa dalam nafasku bahwa akan pagi-pagi selanjutnya yang akan kulalui
Izinkan kuselipkan rasa syukur bahwa akan genap 29 tahun aku menjadi penghuni bumi
Izinkan cinta menjadi penggerak dari setiap langkah kaki
Maka sebelum 8 Mei tahun ini
Izinkan aku mengecup diriku sendiri, memaafkan dan berdamai di dalam pikiran dan hati
Selamat tidur...nanti kita menulis lagi
Rabu, 30 April 2014
B.U.R.U.H
"..dan karena peluh dan darah kami adalah bahan bakar, maka rodaroda ambisi dan gaya hidupmu dapat berputar"
Untuk kami sendiri adalah eksploitasi yang tak berkesudahan
Riuh rendah suara yang akan kami kobarkan hari ini pun semacam sudah dikomodifikasi
Usaha adalah upaya dengan bertubi keteguhan untuk sesuap dua suap nasi
Harapan menjadi asupan gizi, alat pelupa getir, dan endorfin paling asasi
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Kepada dewa pemberi libur, jangan tujuan hari ini dibuat kabur,
menghimbau agar tidak turun ke jalan, melarikan semarak dari tujuan,"
-1 Mei 2010, 2014, 2018-
Langganan:
Postingan (Atom)