Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 November 2016

Berhala I


Wanita bagi pria, Pria bagi wanita
bersesajenkan ilusi cinta dan libido airmata

Harta bagi segala kasta
Tahta bagi penguasa
tersinggasana aroma mulia sementara

Lalu terpanjat doa pada kubur yang keramat
Teruntai shalawat pada hembushembus asap sekarat

Lalu pagan dikomodifikasi media massa
dan fanatisme menjadi kitab suci agamaagama





Depok
2 April 2010

Nganga Luka


Hujan yang menerpa genting berbunyi sangat nyaring
Seakan terburu-buru berlari dari langit meminta tolong

Ada nganga luka di langit

Ada nganga luka di damai senyuman

Hingga deras airmata menerpa degup jantung
Seakan tersuruk-suruk berteriak melolong

Ada nganga luka dari kutikula hingga epidermis yang melapis

Hingga deras darah menetes tiada henti
darah hitam, darah merah, darah putih, darah biru
Menetes semua darah, segala macam darah
darah bercumbu dengan airmata di tanah basah


Lalu teriak hingga pekak namun tak ada senafaspun yang bergerak
kecuali luka yang semakin menganga
Luka yang seumur hidup akan terbuka


Semua berkecamuk mencoba kuliti rasamu
Sementara aku terpasung diantara bunyi dan sunyi
Dan tanpa kabar yang berarti
nganga luka dibebat kawan lama yang kian jemu menunggu




Lalu malam ini ku akan lelap kembali dengan pisau di genggaman


*Depok
*12 Maret 2010 03.30

Minggu, 21 Februari 2016

Chocolate

CHOCOLATE

(disclaimer: tulisan ini dibuat setelah menonton Deadpool dan terinspirasi wajah Wade Wilson yang membuat saya teringat dengan cokelat Ferrero Rocher)

14/02/2016



KAKAO makes me fat!
KAKAO, KAKAO, KAKAO
Makanan para dewa dari bangsa Aztec
Kini menjadi industri kemewahan, hingga Afrodisiak
KAKAO, KAKAO, KAKAO
Makanan, minuman, cemilan, cepuluh
Mendominasi berbagai rasa, sedikit hingga seluruh
KAKAO, KAKAO, KAO, KAO, KAU, KAUKAH ITU?
Hadir saat sedih merundung hati
Seperti ketika ditinggal kekasih
Seperti saat deadline bertubi-tubi
Seperti tagihan datang tak kenal henti
KAKAO makes me fat
But also KAKAO makes me stop feeling sad
Is it?



KAKAO, melambungkanku tinggi seperti harga-harga saat global resesi
KAKAO, meninggi, membeku, pecah, meleleh dan menghujani ladang gandum hingga menjadi COCO
CRUNCH
KAKAO, sehari sebatang, seminggu tujuh batang, sebulan 30 batang
Setahun 30 KG bertambah berat tubuhku, dan mentranformasi diriku menjadi PSK
Pria Seratus Kilo

KAKAO makes me fat!
But I don’t give a fat! I keep eating, I keep eating, I keep eating.

‘Cause I feel awesome after a sip or two of Bailey’s Belgian Kakao
‘Cause I feel happy after a spoonful of Ovaltine and Milo

‘Cause I feel weird, I started this so-called poem with the title CHOCOLATE but I keep calling KAKAO, KAKAO, KAKAO, instead of CHOCOLATE

I was just playing KAKAO, I mean CHOCOLATE
You know I love you

Chimichanga

(dibuat dan dibacakan saat Spoken Word. Unmasked edisi Februari 2016: Valentine Smuchlentine, Yesterday Lounge, Cipete)


Selasa, 05 Mei 2015

It Was Cold

It was cold...

It was sword...

It was nothing like I thought

They were slicing the night, both

the cold and the sword

The sweet sound of silence was broken

By the voiceless scream, in such sleepless dream

It was a hanging towel on my bathroom

It was a banging bowel inside my asylum

It was nothing...

but the whispering noice of good bye

but the micro expression of content

It was cold...

It was your word..