(disclaimer: tulisan ini dibuat setelah menonton Deadpool dan terinspirasi wajah Wade Wilson yang membuat saya teringat dengan cokelat Ferrero Rocher)
Minggu, 21 Februari 2016
Chocolate
(disclaimer: tulisan ini dibuat setelah menonton Deadpool dan terinspirasi wajah Wade Wilson yang membuat saya teringat dengan cokelat Ferrero Rocher)
Selasa, 05 Mei 2015
It Was Cold
It was cold...
It was sword...
It was nothing like I thought
They were slicing the night, both
the cold and the sword
The sweet sound of silence was broken
By the voiceless scream, in such sleepless dream
It was a hanging towel on my bathroom
It was a banging bowel inside my asylum
It was nothing...
but the whispering noice of good bye
but the micro expression of content
It was cold...
It was your word..
Kamis, 03 April 2014
Senin, 03 Maret 2014
Serpihan Pikiran di Maret yang Kelaparan
Mengasing kekasih di garis edar
Rusak makna berbenih-benih enggan mekar
"lalu di mana jatah bahagiaku kau sembunyikan?" teriakmu pada suatu waktu di pikiranku
Sedemikian kusam senyum terpasang di parasmu
Sedemikian runyam raut dahaga terpasung di kerutku
Berbagai asumsi dibetot curiga, terus mencelot menerus pandang tanpa raga, tanpa dahaga, tanpa kata-apa
"lalu di mana kau sembunyikan pelajaran dari mereka yang meninggalkanmu dan kini berrumah tangga?" teriak pekat alam sadarku sadarkan alam bawah sadar sedari sadari bahwa kesadaran tak lain adalah penjaga garis edar
Kembali mengasing kami kehilangan mi tersubstitusi u, hingga bertukar tempat a dan u.
Berdiri sendiri.
Pecandu keterasingan.
Mengasingkan diri dari identitas masing-masing, memasang topeng-penuh-bopeng, karena kebenaran boleh jadi enggan mampir di sini.
Kedurhakaan para pengasing yang jua pengasih.
Lalu di hadapan duka kami menjadi duta dari sedak yang tertahan bahak di pelupuk wacana.
Di saat segala tertahan, air mata adalah bahan bakar kata, dan lapar kawanku, lapar itu pertanda.
Bahwa di bawah dada ada terletak lorong-lorong jelajahi-dan-cerna.
Dan tengkar kita dalam tentukan garis edar. Hanya relevan bagi dua hati yang bersimfoni, bersidebar.
Senin, 09 Desember 2013
[Tulisan] Rujak
Warna-warni nan menggiurkan
Menarik minat lisan tuk rasakan
Pedih-pedih nikmat di lidah yang picu kecanduan
Bukan, bukan kecanduan, hanya ingin lagi, lagi tak berkesudahan
Dirimu semacam setan, penuh godaan
Godaan 'tuk puaskan yang takkan terpuaskan
Godaan 'tuk nikmati seiris-demi-seiris-buah-buahan
Godaan 'tuk abaikan berbagai gangguan
Di perut, turun ke bawah, atau naik ke kerongkongan
Dirimu semacam...
tunggu sejenak, atau beberapa jenak
ada hendak meronta hendak keluar, mendesak
Untuk kesekian kali malam ini saluran intestinal bergolak
Dan...uuhhhh
Dirimu memang semacam setan yang nikmat dimakan
*maaf kurang greget. Karena greget lagi di perut, bukan di tangan, bukan di pikiran.*
Senin, 11 Januari 2010
Berkafan Ramadhan
Sudahkah kau pastikan ke-putihbersih-annya:
Jasadmu yang bergejolak darah
Jasadku yang berkubang nafsu
Karena setiap detik adalah pertarungan
Kuharap setiap detik bulan shaum adalah pengampunan
Tak kurang dosa menerpurukkan fitrah
Tak kurang kini rasa malu menyelubungi hamba tak tahu diri ini
Sebelum kafanku nanti berfungsi
Ku panjatkan diri agar berkafan Kasih-Mu
Lebur dalam kuburan Rahmat-Mu
sehingga remah jasad dosaku diurai oleh belatung pengampunanmu
Oktober 2004
